|
 |
Aku punya adik sepupu bernama Paijo *sebenarnya nama Lengkapnya Yahya Burhanuddin Rifa'i dengan panggilan Fa'i*. karena lidah jawa yang slalu bilang F menjadi P maka Fa'i menjadi Pa'i. dan sekali lagi karena orang jawa susah sekali lepas dari nama unggulan Jo maka tersebutlah nama Paijo.Namun bukan tanpa perlawanan, si Fai ini merasa gak terima dirinya dipanggil Paijo. Dia selalu marah. Pernah suatu ketika dia protes kepada Budhe-nya.
Budhe : "Jo, wes maem rung?" ("Jo, sudah maem belum") Paijo : "Budhe, mbok nek ngundang ki sing apik2" ("Budhe, kalo manggil tuh yang bagus2")*sambil bersungut-sungut cemberut*. Kadang dia juga tak segan2 menyerang orang yang memanggilnya Paijo dengan tendangan mautnya. Kesimpulan : Menurutnya, nama Paijo itu bukan nama yang bagus.
Paijo saat ini sudah memasuki bangku PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Hmmmm, sebagai anak yang bandel dia merupakan preman di PAUD-nya. Tak heran setia ada anak yang tiba2 menangis *seringnya adalah anak perempuan* maka jika ditanya kenapa dia menangis, jawabannya selalu sama.
Ibu Guru PAUD : "Kenapa nangis?" Salah satu temen PAUD-nya PAijo :"Fa'iiiiiiii, Huaaaa...huaaaa...huaaaa"
Dan kalau ada yang mencoba-coba menyerang temannya, maka dia akan berlagak sebagai pembela kaum lemah.
Saat aku mudik kemaren, keluarga Paijo sedang mengadakan Aqiqoh (untuk Paijo dan sodara2nya) dengan menyembelih 7 ekor kambing. Rumah sedang ramai karena mau kendurian. Anak2 kecil berseliweran. Tapi anehnya Paijo tidak nampak bergabung dengan anak2 itu. Kemanakah gerangan anak itu?
Tiba2 sebuah mobil pick-up berhenti di depan rumah. Seorang bapak keluar dari mobil dan membopong Paijo dengan keadaan Paijo menangis pilu. Kakinya berlumuran darah. Dan diinterogasilah ia oleh bapaknya :
Bapakke Paijo :"Yogene le?" (kenapa nak?) Paijo : "Keno ruji Pak, hiks...hiks" (Terkena Ruji Pak) Bapakke Paijo : "lha mau mbonceng pit sopo?" (Tadi membonceng sepeda siapa?) Paijo : "Pit-e Ndaru,hiks...hiks" (sepedanya Ndaru) Bapakke Paijo : "Lha kok iso, mboncenge mau kepiye?" (kok bisa?tadi cara mboncengnya gimana?) Paijo : "Madhep mburi,hiks...hiks" (menghadap ke belakang)
Grrrrrrrrrrrrr...antara iba, kesal dan hampir tertawa. Sepeda yang dipakai Ndaru adalah sepeda besar. Adalah bahaya kalo anak kecil membonceng begitu saja tanpa kakinya ditali. Dan ini bukan hanya tidak ditali tapi juga memboncengnya menghadap ke belakang. Sungguh kreatif si Paijo itu memang! Alhasil pincanglah dia dengan satu tumit di perban. Dan kepincangannya tidak mengurangi segala aktifitas mbelingnya, tentu saja!
Selama 3 hari Paijo absen dari PAUD-nya dengan alasan terkena ruji. Seorang teman Paijo, yang juga tetanggaku bercerita kepada ibunya.
Temen Paijo : "Mak, seplok-e Fai ra mlebu ki sekolah aman-tentram-damai" (Ma, sejak Fai gak masuk, sekolah menjadi aman-tentram-damai)
Setiap sore, si Paijo susah sekali disuruh mandi. Bukan karena kakinya sakit, tapi memang malas. Maka aku bujuklah dia untuk mandi dirumahku. Dengan sedikit iming2 mandi pake selang. Dia mau. Tanpa ada yang menyuruh, sebelum mandi dia sibuk mencari tas kresek dan karet gelang. Bukan untuk mainan saat mandi tapi untuk membungkus kaki kanannya yang kena ruji agar tidak basah saat mandi. Sekali lagi dia memang kreatip!
4 hari setelah tragedi ruji. Si Paijo mengamuk. Seperti biasa saat dia mengamuk, semua barang yang ada didekatnya akan luluh lantak. Unfortunately, saat itu dia mengamuk di dekat meja berkaca setebal hampir 5 mm dirumahku. Diinjakknya meja itu dengan kekuatan penuh. Praaaaaaaang...pecahlah meja yang malang itu. Kaki kirinya sobek terkena pecahan kaca dan kembali darah bercucuran. Nah, lengkap sudah dua kakinya terluka. Bukan Paijo kalo ga tetep hiperaktif meski 2 kakinya pincang. Waktu itu aku bercandain dia.
Aku : "Le, sing mecahke mejo rak kowe to, ayo diijoli! (Nak, yang mecahin meja kan kamu, ayo kamu ganti) Paijo : "Lha aku mung duwe duit sewu-e mbak" *sambil nyengir tanpa merasa bersalah* (Lha aku cuma punya uang seribu mbak)

Setelah tragedi kaca pecah, paijo masih males mandi. Tapi kalo kuajak mandi pakai selang dia semangat 100%. Dan saat itu dia ga cuma mencari 1 tas kresek dan 1 karet gelang. Tapi mencari 2, yeaaah untuk membungkus 2 kakinya yang terluka itu tadi. Sungguh kreatif bukan?
Posted at 11:54 am by antiq
|